Tubaba- Lampung.
Diterbitkan Oleh
MediaSamudraNasional.Com.
Bupati Tubaba, Firsada, Pj Gubernur Lampung, dan terakhir Direktorat Event Daerah Kemenparekraf RI Reza Pahlevi, juga akan menyampaikan sambutan sekaligus memberikan penghargaan Karisma Event Nusantara (KEN) kepada Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Selanjutnya, pada hari kedua akan dipentaskan Site Spesific Dance/Performance bertajuk “Krakatoa: Boom; Homecoming; Cycle Chaos” di Las Sengok, Tiyuh Karta. Pertunjukan ini merupakan showcase seniman residen berkolaborasi dengan seniman Indonesia di antaranya: Kelompok Sanggar Pakem Indonesia Jhon Heryanto Indonesia, Kitamari Jepang, Wendi Wu China, Tassakorn Seepuan Thailand, Kurt D.Petterson Amerika Serikat Isvhara Devati Indonesia, Edhitya Rio Indonesia, Lawe Samagaha Indonesia dan Widiasari Indonesia.
Dikuratori Taufik Darwis, pertunjukan ini merespon fenomena generatif Krakatau sebagai satu simbol yang merepresentasikan hubungan Lampung dengan Dunia. Tidak sekedar dipahami sebatas lokasi, melampaui itu, krakatau adalah spirit yang terus tumbuh. Fenomena generatif krakatau adalah metafora yang tepat pada diri setiap subjek pelaku penciptaan pun sebagai metafor kerja kebudayaan: kediaman, gejolak, ledakan, sehingga memisah kan antara Lampung dan Banten kehancuran, lalu tumbuh menjadi bentuk yang baru secara terus menerus.
“Pada hari terakhir akan digelar workshop publik, diantaranya workshop penulisan puisi bersama Nisa Rengganis (Cirebon), workshop menganyam Tikew bersama ibu-ibu pengrajin Tikew dari Tiyuh Gedung Ratu dan workshop keramik bersama Baskoro Wicaksono (Metro), sementara Lampung Literature menggelar Brew Puisi dan mengajak setiap orang membacakan puisi hasil tulisannya sendiri. Seniman Sirun Chen juga direncanakan menampilkan satu nomor performance art bersama sejumlah seniman kolaborator,” ungkap nya.
Setelah itu kata semi, Tubaba Art Festival#8 akan ditutup pada tanggal 3 Agustus, malam hari, dengan sejumlah rangkaian acara: pemutaran film dokumenter “Festivity From The Kitchen”, pertunjukan musik nasional artis musik Panji Sakti untuk beramal untuk Palestina dengan menghadirkan sejumlah musisi, mereka adalah: kelas musik Sekolah Seni Tubaba, Panji Sakti (Bandung), Sir Dandy (Bandung), Anggun Priambodo (Jakarta) dan Zeke Khaseli (Jakarta).
“Para penonton dipersilahkan dan Tampa tiket masuk untuk penonton akan tetapi digantikan degan donasi untuk palestina sambil menonton pertunjukan, seratus persen hasil tiket/donasi diserahkan bagi masyarakat Palestina melalui kedutaan besar Palestina langsung Meskipun panitia menyiapkan kotak donasi di meja resepsionis, panitia menyarankan para penonton atau calon donatur memberikan sumbangan secara langsung yang ditujukan ke rekening kedutaan besar Palestina: 123 00 00101222 a/n Embassy of The State of Palestine (Bank Mandiri),” Ungkapnya.
Tubaba Art Festival merupakan gelaran tahunan warga Tubaba, hingga pelaksanaannya yang ke-8, festival ini wabil Husus untuk membantu saudara saudra kita di Palestina.
Festival ini setiap tahun rata-rata dikunjungi oleh 3500 lebih penonton yang hadir dari berbagai wilayah dari Provinsi Lampung dan Pulau Jawa. Pluralitas kesenian yang ditampilkan dan sejumlah program turunannya menjadikan festival ini menjadi pilihan tempat bagi kebudayaan wisata pendidikan dan keluarga.
“Kita menjalankan kesenian untuk merawat kemanusiaan, semoga hasil racikan dari dapur Tubaba bisa sampai ke dapur dapur di Palestina,” ucapnya Semi Ikra Anggara.#(ARM)#



.jpeg)



